Perbedaan Aksara Sunda dan Aksara Jawa, Apa Saja?
Karena sama-sama dari rumpun aksara Nusantara turunan Brahmi dan sama-sama pernah dipakai di Pulau Jawa, aksara Sunda dan aksara Jawa sering dikira mirip atau bahkan sama. Padahal ada beberapa perbedaan mendasar.
1. Jumlah dan Bentuk Huruf Dasar
Aksara Sunda Baku memiliki 23 huruf konsonan dasar (ngalagena) — 18 huruf asli Sunda Kuno ditambah 5 huruf serapan untuk bunyi f, v, q, x, dan z. Aksara Jawa memiliki 20 huruf dasar (carakan) yang tersusun dalam kalimat legendaris "hanacaraka".
2. Sistem Tanda Diakritik: Rarangkén vs Sandhangan
Keduanya sama-sama abugida. Di aksara Sunda, tanda diakritiknya disebut rarangkén, berjumlah 13 jenis. Di aksara Jawa, tanda serupa disebut sandhangan, dan sistemnya lebih kompleks karena aksara Jawa juga mengenal pasangan — bentuk khusus untuk menggabungkan dua konsonan tanpa mematikan vokal, konsep yang tidak ada padanan langsungnya di aksara Sunda Baku.
3. Sejarah Standardisasi Modern
Aksara Sunda Baku distandardisasi lewat proses formal yang relatif baru: Perda Jawa Barat No. 6/1996, Lokakarya Aksara Sunda di Unpad tahun 1997, dan SK Gubernur Jawa Barat pada 1999 (baca selengkapnya di sejarah aksara Sunda). Aksara Jawa punya sejarah standardisasi modern yang berbeda jalur.
4. Status dan Blok Unicode
Aksara Sunda menempati blok U+1B80–U+1BBF, resmi sejak Unicode 5.1 (April 2008). Aksara Jawa menempati blok U+A980–U+A9DF, baru resmi masuk Unicode 6.1 pada 2012 — empat tahun setelah aksara Sunda. Masing-masing butuh font khusus: Noto Sans Sundanese untuk aksara Sunda, Noto Sans Javanese untuk aksara Jawa.
5. Wilayah dan Konteks Penggunaan Saat Ini
Aksara Sunda dipakai terutama di Jawa Barat sebagai muatan lokal sekolah dan identitas budaya digital. Aksara Jawa punya cakupan lebih luas: Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur.
Ringkasan Perbandingan
- Jumlah huruf dasar: Sunda 23 huruf, Jawa 20 huruf.
- Tanda diakritik: Sunda punya rarangkén (13 jenis), Jawa punya sandhangan plus konsep pasangan.
- Standardisasi modern: Sunda tahun 1999, Jawa lewat jalur dan periode berbeda.
- Unicode: Sunda sejak 2008, Jawa sejak 2012.
- Wilayah utama: Sunda di Jawa Barat, Jawa di Jawa Tengah/DIY/Jawa Timur.
Ingin coba menulis dalam aksara Sunda? Gunakan translator aksara Sunda gratis di Raraken.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah aksara Sunda dan aksara Jawa bisa saling dibaca?
Tidak secara langsung. Meski satu rumpun besar, bentuk huruf, jumlah karakter, dan sistem tanda diakritiknya berbeda.
Aksara mana yang lebih dulu masuk Unicode, Sunda atau Jawa?
Aksara Sunda lebih dulu, resmi masuk Unicode 5.1 pada April 2008, sementara aksara Jawa baru masuk Unicode 6.1 pada 2012.
Apakah font aksara Jawa bisa dipakai untuk menampilkan aksara Sunda?
Tidak bisa, karena keduanya menempati blok Unicode berbeda dan butuh font masing-masing.